Tampilkan postingan dengan label MAKALAH BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKALAH BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2018

Makalah Bahasa Indonesia Tentang Artikel Jurnal Ilmiah



MAKALAH ARTIKEL JURNAL ILMIAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Bahasa Indonesia


Dosen Pengampu:Dwi Viora, M.Pd.




Disusun Oleh :

1. Handika





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI

2018



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena dengan pertolongan-Nya lah penulis bisa menyelesaikan karya tulis ini sebagai salah satu syarat untuk mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia. Adapun judul yang di ambil oleh penulis adalah “Artikel Jurnal Ilmiah”.

Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu penulisan dalam menyelesaikan karya tulis ini. Ucapan terima kasih tersebut penulis ucapkan kepada; kedua orang tua yang selalu memberikan dukungan dan do’a, teman-teman seperjuangan, serta dosen-dosen yang mengajar.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Didalam karya tulis ini banyak terdapat kekurangan, baik dari segi penulisan maupun dari segi pembahasan. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penulis sendiri. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran-Nya agar karya tulis ini sesuai dengan yang diharapkan.


Bangkinang, Desember 2017


Penulis










DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR....................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 1

B. Rumusan Masalah................................................................................. 2

C. Tujuan Penulisan................................................................................... 2

D. Sistematika Penulisan........................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Artikel Ilmiah...................................................................... 3

B. Jenis-Jenis Artikel Ilmiah...................................................................... 5

C. Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah.................................................... 8

BAB III PENUTUP

A. Simpulan............................................................................................... 18

B. Saran..................................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 19


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) kini semakin pesat. Tentunya juga untuk mengasah pola pikir dalam mengekspresikan pikiran,ide,gagasan,imajinasi dan lain-lain. Seperti contohnya adalah karya ilmiah. Karya ilmiah adalah laporan tertulis yang diterbitkan, memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan tertentu. Menurut Drs.Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi “karya ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis berdasar pada metode ilmiah, untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumnya”.

Beberapa bentuk karya ilmiah salah satunya adalah artikel ilmiah. Artikel ilmiah adalah sebuah karya tulis ilmiah yang di rancang untuk dimuat atau dipublikasikan yang mengacu pada laporan-laporan penelitian. Artikel ilmiah merupakan sebagai aspek pendukung di dunia pendidikan. Hal ini disebabkan karena artikel ilmiah sangatlah penting dalam pendidikan untuk pengembangan nalar seseorang dalam menyusun karya ilmiah tersebut. Artikel ilmiah digunakan untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, dapat memberikan informasi tentang suatu penelitian dan sebagai laporan terhadap hasil dari penelitian.

Artikel itu sendiri memiliki banyak macam jenisnya. Kebanyakan orang membaca informasi dari artikel mampu mengemukakan isi atau masalah yang terdapat atau yang sedang dibahas, namun mereka tidak tahu jenis artikel yang sedang mereka baca. Untuk mempelajari lebih lanjut dan mendalam tentang artikel ilmiah, maka kami akan membahas lebih lanjut tentang artikel ilmiah.



B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1. Apakah pengertian artikel ilmiah?

2. Apa saja jenis-jenis artikel ilmiah?

3. Bagaimana sistematika penulisan artikel ilmiah?


C. Tujuan Penulisan

Mengacu kepada rumusan masalah yang dijelaskan diatas, adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah:

4. Untuk mengetahui Apakah pengertian artikel ilmiah?

5. Apa saja jenis-jenis artikel ilmiah?

1. Untuk mengetahui pengertian artikel ilmiah.

2. Untuk mengetahui jenis-jenis artikel ilmiah.

3. Untuk mengetahui sistematika penulisan artikel ilmiah.


D. Sistematika Penulisan

Makalah ini terdiri dari tiga bagian, yaitu :

Bab I Berisikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, sistematika penulisan.

Bab II Berisikan isi pembahasan.

Bab III Berisikan kesimpulan dan saran.



BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah adalah suatu karya ilmiah yang ditulis untuk dimuat dalam jurnal/majalah ilmiah dengan tata cara penulisan yang mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Artikel ilmiah dapat diangkat dari hasil penelitian lapangan/laboratorium, hasil pemikiran dan kajian pustaka, atau hasil pengembangan proyek. Sumber bahan untuk menulis artikel ilmiah dapat berupa laporan hasil penelitian, kumpulan makalah, buku dan diktat/bahan ajar, serta laporan kegiatan pengembangan proyek.

Artikel ilmiah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan sebagai karya tulis lengkap. Misalnya laporan berita atau essai dalam majalah atau surat kabar. Artikel ilmiah menurut Ilmu Pengetahuan adalah artikel yang memenuhi kaidah ilmu pengetahuan. Misalnya artikel yang bertema seni dan budaya. Artikel imiah juga dapat diartikan sebagai hasil berpikir ilmiah yang didasarkan pada rencana yang relatif matang karena akan memudahkan penulis untuk mewujudkan teks artikel. Selain itu, artikel juga merupakan suatu representasi hasil pemikiran penulis atau suatu obyek kajian kepada pembaca melalui bahasa tulis dengan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan ilmiah. Sedangkan pengertian karangan ilmiah menurut para ahli adalah:

1. Brotowidjoyo (1985: 8-9) mengatakan bahwa “karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar”.

2. Wahyu (2001: 61) mengatakan bahwa “suatu karangan dapat dikatakan ilmiah jika ia mengungkapkan suatu permasalahan dengan metode ilmiah”.

3. Maryadi dalam Harun, dkk (2001: 14) mendefinisikan karya ilmiah yaitu “suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan”.

4. Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan( yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan,kumpulan pengalaman, penelitian, dan pengetahuan oranglain sebelumnya.(Dwiloka dan Riana, 2005:1-2).

5. Salah satu dasar penggolongan karangan disebut oleh jones(1960), yang membagi karangan ilmiah dan karangan non-ilmiah, berdasarkan fakta yang disajikan dalam karangan itu, yaitu fakta umum dan fakta pribadi (Haryanto dkk, 2000:7). Penggolongan bisa pula dilakukan berdasarkan metodologi penulisanya, menjadi karangan ilmiah dan karangan tidak ilmiah. Bila karangan menyajikan fakta umum maupun pribadi, namun disajikan tidak dengan metoda yang baik dan benar maka disebut karangan yang tidak ilmiah (Haryanto dkk, 2000:7)

Publikasi artikel ilmiah dalam bentuk jurnal ilmiah dimaksudkan untuk mengkomunikasikan gagasan atau temuan yang penting untuk diketahui oleh pembaca. Umumnya gagasan yang ditulis dalam bentuk artikel adalah gagasan atau temuan baru yang memiliki orisinalitas dan memiliki sumbangan tinggi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dari penemunya. Jika gagasan yang ditulis sudah umum, biasanya penulis menuangkannya dalam bentuk buku atau diktat. Artikel Ilmiah memiliki memiliki kelebihan akademis karena artikel ilmiah hanya berisi hal-hal yang penting dan memiliki pembaca yang jauh lebih banyak sehingga memberikan dampak akademis yang luas dan cepat. Jadi artikel ilmiah lebih memudahkan pembaca dalam memperoleh informasi hasil penelitian.

Arsy (2011) menyatakan artikel ilmiah memiliki 4 dimensi yaitu:

1. Dimensi hasil pemikiran dari suatu obyek kajian yang berupa temuan penelitian atau gagasan analitis kritis.

2. Dimensi bahasa tulis yaitu sebagai alat mempresentasikan hasil pemikiran penulis yang dibentuk dalam penanda hubungan satuan-satuan makna dan satuan-satuan makna secara eksplisit.

3. Dimensi sistematika sebagai unsur pembeda antara artikel ilmiah dengan bentuk karya tulis lain.

4. Dimensi kaidah penulisan yang wajib ditaati, baik yang bersifat universal (umum).



B. Jenis-Jenis Artikel Ilmiah

Jenis-jenis artikel ilmiah terbagi 3 sebagai berikut:

1. Artikel Hasil Penelitian

Artikel hasil penelitian adalah artikel ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil pemikiran atas suatu obyek kajian yang berupa temuan penelitian. Artikel penelitian bukan merupakan bentuk ringkasan pengkreditan dari laporan penelitian, tetapimerupakan hasil kerja penulisan baru yang dipersiapkan dan dilakukan sedemikian rupa, sehingga tetap menampilkan secara lengkap semua aspek penelitian. Artikel Hasil Penelitian ada 2 macam:

a. Hasil penelitian kuantitatif

1) Judul

Judul artikel penelitian diharapkan dapat dengan cepat memberikan gambaran mengenai penelitian yang telah dilakukan. Perubahan (variable) penelitian dan hubungn antar perubah serta informasi lain yang dianggap penting harus terlibat dalam judul artikel, namun harus dijaga agar judul artikel tidak terlalu panjang.

2) Nama Penulis.

Pedoman penulisan nama penulis dan alamat penulis untuk artikel konseptual juga berlaku pada artikel hasil penelitian.

3) Abstrak dan kata kunci

Abstrak hasil penelitian secara ringkas memuat uraian tentang masalah dan tujuan penelitian.Topik yang dibahas diutamakan pada hasil penelitian. Abstrak sebaiknya disertai dengan tiga sampai lima kata kunci yaitu istilah yang menggambarkan masalah.

4) Pendahuluan

Bagian pendahulan terutama berisi paparan tentang permasalahan penelitian, wawasan dan rencana penulis dalam kaitannya dengan upaya pemecahan masalah, tujuan, penelitian dan rangkuman kajian teoritis yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Penyajian bagian pendahuluan dilakukan secara naratif dan tidak perlu pemisahan (secara spesifik) dari sub bagian lain.

5) Kajian Pustaka

6) Metode Penelitian

Metode penelitian menguraikan bagimana penelitian dilakukan, dengan materi pokok rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

7) Hasil Penelitian

Bagian hasil penelitian memuat hasil akhir analisis data, artinya hasil pengujian hipotesis dan penggunaan teknik statistic tidak termasuk dalam bagian ini.Penyajian hasil penelitian umumnya dibantu dengan table dan grafik.

8) Pembahasan

Bagian pembahasan merupakan bagian terpenting dari artikel hasil penelitian. Penulis dalam bagian pembahasan akan menjawab pertayaan-pertanyaan yang telah dikemukakan dalam tujuan penelitian dan menguji jawaban di dalam hipotesis.

9) Kesimpulan dan Saran

Bagian kesimpulan menyajikan ringkasan dari pembahasan hasil penelitian, namun tetap menyelaraskan dengan tujuan dan hipotesis penelitian.

10) Daftar Pustaka

Bagian pustaka yang dimasukkan ke dalam daftar pustaka hanya sumber pustaka yang benar-benar dirujuk di dalam tubuh artikel hasil penelitian.

b. Hasil Penelitian Kualitatif

Sistematika artikel hasil penelitian kualitatif:

1) Judul artikel hasil penelitian diharapkan dapat dengan cepat memberikan gambaran mengenai penelitian yang telah dilakukan. Menusli judul artikel tidak boleh terlalu panjang.

2) Nama Penulis, Pedoman penulisan nama penulis dan alamat penulis untuk artikel konseptual juga berlaku untuk artikel hasil penelitian

3) Abstark dan Kata kunci, Abstark hasil penelitian secara ringkas memuat uraian tentang masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian yang digunakan, dan hasil penelitian. Absratk sebaiknya deisertai dengan tiga sampai lima kata kunci yaitu istilah yang menggambarkan masalah yang diteliti.

4) Pendahuluan, Bagian pendahluan terutama berisi paparan tentang permasalahan penelitian, wawasan dan rencana penulis dalam kaitannya denga upaya pemecahan masalah, tujuan, penelitian dan rangkuman kajian teoritis yang brkaitandengan masalah yang diteliti. Penyajian bagian pendahuluan dilakukan secara naratif dan tidak perlu pemisahan (secara spesifik) dari sub bagian lain.

2. Artikel Konseptual

Artikel konseptual adalah artikel yang ditulis berdasarkan hasil pemikiran atas suatu obyek kajian berupa gagasan atau telaah dan analisis kritis. Bahan yang ditulis untuk artikel hasil penelitian lebih ditekankan pada isi (temuan penelitian, pembahasan temuan, dan kesimpulan yang disajikan secara singkat dan tepat). Kajian pustakan ditempatkan pada bagian pendahuluan yang berfungsi sebagai paparan latar belakang masalah dan diakhir dengan rumusan tujuan penelitian. Penulis dalam menulis artikel konseptual terlebih dahulu mengkaji sumber pustaka yang relevan dengan ermasalahan, baik yang sejalan atau yang bertentangan dengan pemikiran penulis. Pemikiran penulis atau pendapat penulis tentang hasil yang dibahas dalam artikel konseptual merupakan bagian yang paling penting.

3. Artikel Populer
Artikel populer adalah artikel ilmu pengetahuan yang disajikan dengan tampilan, format, dan bahasa yang lebih enak dibaca dan dipahami.Ciri-ciri artkel Populer:

a. Gaya bahasa dan sajian tidak terlalu formal

b. Fakta tetap obyektif

c. Dijiwai kebenaran

d. Metode berpikiran keilmuan

e. Lebih banyak menyajikan pandang, gagasan, komentr atau ulasan terhadap suatu permasalahan.

Sistematika isi dalam artikel popular umumnya bebas, begitu juga sistematikanya bersifat umum (pendahuluan, isi, penutup).



C. Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah

1. Ciri-ciri Penulisan Artikel Ilmiah

a. Reproduktif, maksud yang ditulis oleh penulis diterima dengan makna yang sama oleh pembaca. Maka dari itu penulis harus menggunakan bahasa yang bermakna denotatif agar terdapat satu pemahaman dengan pembaca.

b. Menggunakan bahasa baku dalam ejaan, kata, kalimat dan paragraf.

c. Menggunakan Istilah Keilmuan. Artinya, penulis harus menggunakan bahasa keilmuwan dalam bidang tertentu sebagai bukti penguasaan penulis terhadap lmu tertentu yang dikuasai.

d. Rasional. Artinya, penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis, alur pemikiran yang lancar dan kecermatan penulisan.

e. Bersifat straightforward atau langsung kesasaran.

f. Menggunakan kalimat yang efektif.

2. Persyaratan Umum Penulisan Artikel

Pedoman bagi penulis artikel dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggeris dengan kerapatan baris 1,5 spasi, font Times New Roman 12, ukuran kertas A4, format satu kolom, dan margin last costum setting (top 2,54 cm; left 2,80 cm; bottom 2,54 cm; right 2,54 cm).

b. Panjang artikel ilmiah hendaknya tak lebih dari 4.000 kata atau kurang lebih 10-15 halaman, termasuk gambar, grafik atau tabel (jika ada) yang menyertainya.

c. Istilah-istilah dalam bahasa asing atau bahasa daerah dalam teks ditulis dalam huruf miring (italic).

d. Tinjauan pustaka (literature review) tidak dicantumkan sebagai bagian dari struktur artikel. Dengan demikian pengutipan pustaka yang dianggap penting dapat dipadukanm dalam bagian pendahuluan (Introduction) atau dalam pembahasan. Pengutipan pustaka dalam pembahasan seperlunya saja dan yang 2 lebih diutamakan adalah pembahasan terhadap hasil analisis data yang ditemukan sendiri.

e. Artikel ilmiah dari skripsi mahasiswa yang akan dimuat di jurnal ilmiah harus ada lembar persetujuan dari pembimbing, dan pernyataan bahwa karya tersebut bukan plagiat.

f. Nama jurnal yang akan memuat artikel tersebut harus ditulis pada catatan kaki (footer) pada setiap halaman sebagai berikut: Nama jurnal, Vol.... No.....


3. Langkah-langkah Menulis Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah adalah sebuah tulisan yang berdasar pada penelitian yang ilmiah. Data yang didapat berupa data-data pasti yang dapat memberikan pengetahuan, wawasan, ilmu, dan pengalaman baru bagi pembacanya. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan ketika akan menulis sebuah artikel ilmiah, antara lain:

a. Menentukan Judul

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menulis artikel ilmiah adalah menentukan judul. Judul harus relevan dengan isi, harus memiliki makna yang jelas agar seseorang dapat menduga apa isi dari tulisan tersebut saat membaca judul yang disajikan. Selain itu, judul harus profokatif agar pembaca terpancing untuk membaca isi artikel ilmiah yang disajikan, harus logis, dan makna yang terkandung dalam judul dapat dipertanggungjawabkan.

1) Judul hendaknya ringkas dan informatif, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek, yaitu antara 5-15 kata. Agar judul dapat dibuat singkat dan ringkas dalam 15 kata, hindari kata penghubung dan penyebutan obyek, tempat atau bahan penelitian yang sangat terperinci.

2) Judul ditulis dengan huruf kapital.

3) Judul mengandung kata-kata kunci dari variabel yang diteliti.

4) Jenis huruf Times New Roman 14, dengan jarak baris satu spasi.

5) Judul bisa dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggeris, sesuai dengan bahasa yang dipergunakan dalam artikel.

6) Hindari penggunaan singkatan, rumus, dan rujukan dalam judul

b. Menulis Abstrak

Menurut Santoso (2014:47) “abstrak merupakan intisari dari karya ilmiah sering dijadikan acuan oleh pembaca untuk memilah karya ilmiah mana yang perlu dibacanya. Jika mereka tidak tertarik terhadap isi abstrak tersebut, mereka tidak akan melanjutkan untuk membaca seluruh karya ilmiah. …”. Abstrak dalam artikel ilmiah berfungsi seperti sinopsis yang menerangkan rangkuman isi artikel ilmiah.

1) Abstrak ditulis secara ringkas dan faktual, meliputi masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian (untuk penelitian kualitatif termasuk deskriptif tentang subjek yang diteliti), dan ringkasan hasil penelitian (bila dianggap perlu, juga kesimpulan dan implikasi).

2) Abstrak hendaknya ditulis dalam bahasa Inggris.

3) Panjang abstrak antara 50-75 kata dan ditulis dalam satu paragraf.

4) Abstrak diketik dengan spasi tunggal dengan format yang lebih sempit dari teks utama (marjin kanan dan kiri menjorok masuk 1,2 cm)

5) Hindari perujukan dan penggunaan singkatan yang tidak umum.

c. Menulis Pendahuluan

Teknik penulisan pendahuluan biasanya diawali dari pernyataan yang luas atau umum menuju pernyataan yang semakin sempit atau khusus. Pendahuluan juga dapat dari gagasan-gagasan peneliti lain ke gagasan-gagasan sendiri. Penulis pemula biasanya masih kesulitan menulis tahapan pendahuluan, tetapi kesulitan tersebut dapat diatasi dengan beberapa model penulisan. Swales (dalam Santoso, 2014:48) mengenalkan model CARS untuk menulis pendahuluan yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: “(1) menetapkan bidang kajian, (2) menetapkan topik kajian, dan (3) menggambarkan kajian itu sendiri.” Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis pendahuluan sebagai berikut:

1) Hindari sub-sub bagian atau sub-sub judul di dalam pendahuluan.

2) Pendahuluan hendaknya mengandung latar belakang masalah atau rasional penelitian, permasalahan, dan tujuan penelitian.

3) Sebagai kajian pustaka, bagian ini harus disertai rujukan yang bisa dijamin otoritas penulisnya.

4) Pembahasan kepustakaan harus disajikan secara ringkas, padat, dan langsung mengenai masalah yang diteliti.

5) Penyajian latar belakang masalah atau rasional penelitian hendaknya sedemikian rupa sehingga mengarahkan pembaca ke rumusan masalah penelitian yang dilengkapi dengan rencana pemecahan masalah, dan akhirnya ke rumusan tujuan

6) Untuk penelitian kualitatif di bagian ini dijelaskan juga fokus penelitian dan uraian konsep yang berkaitan dengan fokus penelitian.

d. Menulis Hipotesis dan Tujuan

Perumusan hipotesis didasarkan pada permasalahan dan tujuan penulisan artikel ilmiah. Hipotesis tidak harus ditulis dalam penulisan artikel ilmiah, karena ada beberapa karya ilmiah yang hipotesisnya sulit dirumuskan, seperti pada penelitian eksplorasif. Peneliian eksplorasif adalah penelitian pendahuluan yang digunakan sebagai langkah awal untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam. Berbeda dengan penelitian yang disusun oleh komponen masalah-hipotesis-data-analisis-kesimpulan, maka perumusan hipotesis merupakan suatu hal yang penting. Rumusan hipotesis tersebutlah yang selanjutnya diuji dengan penelitian.

Perumusan tujuan juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam menulis artikel ilmiah. Menurut Nasution (dalam Santoso, 2014:63) menyatakan bahwa dalam merumuskan tujuan harus mencakup beberapa elemen, yaitu menggambarkan hasil akhir yang akan dicapai, mengandung isi yang spesifik dan persis, menggambarkan perubahan yang dapat dilihat dan diukur hasilnya, menyatakan standart kriteria yang digunakan sebagai patokan mengukur hasil kerja, mengemukakan segala hal pokok atau kondisi yang menyangkut pencapaian tujuan, dan menetapkan titik akhir yang menunjukkan bahwa tujuan telah tercapai.

e. Menulis Materi Dan Metode Penelitian

Metode penelitian adalah bagian terpenting dalam artikel ilmiah. Uraian metode penelitian haruslah dilakukan secara bertahap sesuai tuntutan permasalahan yang akan dipecahkan. Tujuan penulisan metode adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa hasil data penelitian yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan. Informasikan secara ringkas mengenai bagaimana penelitian itu dilakukan. Uraian disajikan dalam beberapa paragraph tanpa sub bagian. Hanya hal-hal yang pokok saja yang disajikan. Uraian rinci tentang rancangan penlitian tidak perlu diberikan. Materi pokok bagian ini adalah apa jenis penelitiannya, siapa pupolasinya dan bagaimana penarikan/pemilihan sampelnya, bagaimana data dikumpulkan, siapa sumber data, dan bagaimana data dianalisis. Penelitian yang menggunakan alat dan bahan perlu ditulis spesifikasi alat dan bahannya.

Isi materi dan metode penelitian terdiri dari beberapa hal sebagai berikut:

1) Lokasi penelitian

Dalam penelitian artikel ilmiah sangat penting menulis lokasi penelitian. Hai ini karena untuk beberapa penelitian lokasi yang berbeda mempengaruhi hasil penelitian. Karena itu lokasi penelitian harus jelas.

2) Waktu penelitian

Waktu penelitian sangat erat kaitannya dengan kapan penelitian dilaksanakan. Beberapa penelitian harus mencantumkan waktu penelitian, karena pemilihan waktu dalam penelitian yang berbeda mempengaruhi hasil penelitian.

3) Alat dan bahan penelitian

Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian perlu dijelaskan dalam artikel ilmiah secara ringkas dan akurat. Penulisan nama alat dan bahan harus lengkap disertai spesifikasinya.

4) Rangkaian penelitian

Pelaksanaan rangkaian penelitian harus sesuai dengan rumusan masalah, hipotesis, dan tujuan penelitian. Evaluasi antara satu variebel dengan variabel lain menggunakan penelitian korelasi. Evaluasi sebab akibat terjadinya suatu hal menggunakan penelitian eksperimen.

5) Teknik pengumpulan data

Ada beberapa teknik untuk mengumpulkan data, yaitu tes, angket, wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Pengumpulan data bergantung pada tujuan dan jenis data yang akan digunakan, serta dijelaskan pula variabel-variabel yang akan diukur.

6) Metode analitik laboratorium

Metode analitik laboratorium perlu dicantumkan untuk penelitian jenis eksperimen. Untuk metode yang belum diketahui secara luas, maka perlu dijelaskan tahapan analisisnya, seperti halnya metode baru atau modifikasi yang harus dijelaskan secara rinci.

7) Teknik analisis data

Teknik ini digunakan untuk menjawab hipotesis. Dalam penulisan teknik ini harus dijelaskan bagaimana data diubah menjadi bentuk ringkas yang kemudian dianalisis.

f. Menulis Hasil Penelitian

Bagian hasil penelitian berfungsi untuk menjelaskan hasil penelitian yang didapat setelah percobaan yang logis dan berurutan. Bentuk dari hasil penelitian dapat berupa tulisan, foto, tabel, gambar, dan ilustrasi. Sedangkan data hasil dapat berupa data kualitatif atau kuantitatif. Hasil peneliatian yang berupa tulisan harus mampu memberikan petunjuk sekaligus pemahaman kepada pembaca. Hasil data yang disajikan dalam bentuk kata harus membuat pembaca paham yaitu dengan melakukan penekanan kunci-kunci hasil penelitian dan membuktikan hipotesis.

Pada umumnya hasil data ditulis menggunakan tabel atau bagan yang memudahkan pembaca memahami hasil percobaan. Selain itu, dapat juga ditambahkan foto, gambar, atau ilustrasi untuk mendukung kevalidan data, dimana ketiganya menjadi bukti otentik untuk mendukung data dan pernyataan yang ditulis sebelumnya. Tabel atau grafik harus diberi komentar atau dibahas. Pembahasan tidak perlu dilakukan pertabel atau grafik. Tabel atau grafik digunakan untuk memperjelas penyajian hasil secara verbal.

g. Menulis Pembahasan

Dalam penulisan pembahasan harus selalu merujuk pada hasil yang diperoleh dari penelitian. Dalam isinya tidak banyak berisi pustaka, tetapi lebih menjelaskan atau mengomentari hasil data yang dibahas pada pembahasan hasil percobaan. Isi pembahasan harus berisi latar belakang penelitian yang ditulis ringkas, ditulis pula tujuan, rumusan masalah, hipotesis, dilanjutkan informasi yang dihubungkan dengan hasil penelitian.

Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. Tujuan pembahasan adalah:

1) menjawab masalah penelitian atau menunjukan bagaimana tujuan penelitian itu dicapai;

2) menafsirkan temuan-temuan;

3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpuluan pengetahuan yang telah mapan; dan

4) menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang ada.

Dalam menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian harus disimpulkan hasil-hasil penelitian secara eksplisit. Misalnya dinyatakan bahwa penelitian ditujukan untuk mengetahui pertumbuhan kognitif anak sampai umur lima tahun, maka dalam bagian pembahasan haruslah diuraikan pertumbuhan kognitif anak itu sesuai dengan penelitian. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada.

h. Menulis Kesimpulan dan saran

Simpulan adalah bagian penting dalam penulisan artikel ilmiah. Kesimpulan hendaknya ditulis secara singkat, jelas, mudah dipahami, dan menjawab hipotesis. Dalam kesimpulan berisi temuan baru yang menyimpulkan keseluruhan percobaan dan hasil percobaan yang telah dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan:

1) Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan

2) Berdasarkan uraian pada kedua bagian itu, dikembangkan pokok-pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut

3) Simpulan disajikan dalam bentuk esai bukan dalam bentuk numerical

4) Saran disusun berdasarkan Simpulan yang telah ditarik

5) Saran-saran bisa mengacu pada tindakan praktis, atau pengembangan teoritis, dan penelitian lanjutan

6) Bagian saran bisa berdiri sendiri. Bagaian simpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup

i. Menulis Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah bagian penting dalam penulisan artikel ilmiah. Daftar pustaka digunakan sebgai indikator mutu tulisan sebuah artikel ilmiah. Karena semakin banyak daftar pustaka yang disajikan, maka semakin bermutu tulisan artikel ilmiah tersebut. Cara yang biasa digunakan adalah seperti yang diungkapkan Widyartono (2014:54) bahwa dalam daftar pustaka berisi: “(1) nama penulis, (2) tahun penulisan, (3) judul buku, (4) kota penerbit, dan (5) nama penerbit”. Hal yang harus diperhatikan:

1) Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan atau yang dikutip di dalam batang tubuh artikel ilmiah.

2) Bahan pustaka yang dimaksukkan di dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam batang tubuh artikel.

3) Daftar rujukan disusun secara alfabetis berdasarkan urutan abjad nama penulis, dan diketik dalam spasi tunggal. Jika rujukan tersebut lebih dari satu baris maka mulai baris ke dua masuk 1,2 cm (hanging).

4) Ketentuan nama penulis: nama yang ditampilkan adalah nama akhir (nama keluarga) penulis diikuti dengan singkatan nama awal dan tengah (jika ada). Jika penulisnya lebih dari satu orang, maka cara penulisannya sama.

5) Penulisan judul rujukan diawali dengan huruf kapital hanya pada awal kalimat.

6) Setiap penulisan nama, tahun, judul artikel dan seterusnya diakhiri dengan titik (.) sebelum dilanjutkan kata berikutnya. Khusus penulisan volume (nomor) jurnal diberi tanda titik dua (:) tanpa jarak spasi. Contoh-contoh penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada penjelasan setiap jenis pustaka yang layak dirujuk, yang ditulis pada bagian tersendiri.



BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Artikel ilmiah adalah suatu karya ilmiah yang ditulis untuk dimuat dalam jurnal/majalah ilmiah dengan tata cara penulisan yang mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Artikel ilmiah ini juga memiliki 3 jenis yang berbeda, yakni ada artikel hasil penelitian (kuantitatif dan kualitatif), artikel konseptual dan artikel populer.

Sedangkan sistematika penulisan artikel ilmiah ini pun terdiri dari : Judul, Nama Penulis -> tanpa gelar akademik, Abstrak -> ringkasan tulisan, gambaran umum isi artikel, Kata Kunci-> 3-5 kata yang menjadi kunci pokok artikel, Pendahuluan-> latar belakang masalah dan rumusan singkat (1-2 kalimat) pokok bahasan dan tujuannya, Kerangka Teori -> dasar teori yang menjadi acuan, Pembahasan -> kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis, Penutup-> simpulan dan saran, Daftar Pustaka.


B. Saran

Adapun saran penulis dalam makalah ini sebaiknya kita sebagai orang yang berada dalam lingkungan pendidika memperhatikan cara menulis artikel dan karangan ilmiah dengan baik.



DAFTAR PUSTAKA


Brotowidjoyo. 1985. Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Akademika Presindo.

Dalman. 2012. Keterampilan Menulis. Jakarta. Rajagafindo Persada.

Dwiloka, Bambang. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Penerbit Rineka Cipta.

Farkhan, M. 2006. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Cella.

Harun, dkk. 2001. Pembudayaan Penulisan Karangan Ilmiah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Haryanto, dkk. 2000. Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: EGC.

Romel. 2014. Karya Tulis Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Jenis-jenis. Komunikasipraktis.com.

Sudarmaji, dkk. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. STKIP PGRI Bandar.

Lampung Sudjana, N. 1988. Tuntunan penyusunan karya ilmiah: makalah-skripsi-tesis-disertasi. Sinar Baru.

Sastiono, Astiana. 2008. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah. Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Satria. 2012. Makalah”Artikelilmiah” . tersedia [online]. http://satrias81.wordpress.com/2013/11/29/makalah-artikel-ilmiah/ [Diakses 07 Desember 2017]

Wahyu. 2001. Manajemen Bahasa Pengorganisasian Karangan Pragmatik dalam Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa dan Praktisi Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Jumat, 07 Desember 2018

Makalah Bahasa Indonesia Tentang Laporan Hasil Penelitian


LAPORAN HASIL PENELITIAN


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Bahasa Indonesia


Dosen Pengampu: Dwi Viora, M.Pd.



 


Disusun Oleh :
1. Handika













PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI
BANGKINANG
 2017


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala kemampuan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah kami yang berjudul  “LAPORAN HASIL PENELITIAN“  pada mata kuliah Bahasa Indonesia.
Kehidupan yang layak dan sejahtera merupakan hal yang sangat wajar dan diinginkan oleh setiap masyarakat, mereka selalu berusaha mencarinya dan tak jarang menggunakan cara-cara yang tidak semestinya dan bisa berakibat buruk.
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, serta tak lupa sholawat dan salam kepada junjungan nabi besar Muhammad saw atas petunjuk dan risalahnya. Yang telah membawa zaman kegelapan ke zaman terang benderang.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan dan penulisan makalah ini, oleh karena itu kami sangat menghargai akan saran dan kritik untuk membangun makalah ini lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan khususnya para mahasiswa.



Bangkinang,  November 2017



                                                                                     Kelompok 10




DAFTAR ISI

Halaman............................................................................................................
KATA PENGANTAR.....................................................................................
DAFTAR ISI.....................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang...................................................................................
B.  Rumusan Masalah...............................................................................
C.  Tujuan Penulisan.................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A.  Pengertian Laporan Hasil Penelitian................................................
B.  Sifat Laporan Hasil Penelitian.........................................................
C.  Tujuan Laporan Penelitian...............................................................
D.  Sistematika Penulisan Laporan Hasil Penelitian..............................

BAB III PENUTUP
A.  Kesimpulan......................................................................................
B.  Saran ...............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Laporan merupakan suatu wahana atau suatu alat penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

B.       Rumusan Masalah
Berikut ini merupakan rumusan masalah yang akan diangkat dari makalah ini, yaitu:
1.         Apa sajakah definisi dalam kerangka laporan ?
2.         Apa sajakah jenis  dari sebuah laporan ?
3.         Bagaimanakah menyusun laporan yang baik dan benar ?
4.         Apa saja sifat laporan ?

C.      Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur dalam kerangka laporan, manfaat dari sebuah laporan, dan agar pembaca mampu menulis atau menyusun laporan dengan baik dan benar.




BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Laporan Hasil Penelitian
Seseorang yang telah menyelesaikan penelitiannya, ia harus menulis laporan hasil penelitiannya. Menulis laporan hasil penelitian harus ditulis berdasarkan kerangka yang sudah baku. Kerangka hasil penelitian terdiri atas Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metodologi Penelitian, Laporan Penelitian dan pembahasannya, Kesimpulan dan Saran ditambah dengan Daftar Pustaka serta Lampiran-Lampiran bukti hasil penelitian.
Menurut Keraf (2006:284), laporan penelitian adalah suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil. Dalam hal ini, laporan penelitian merupakan hal untuk menuangkan hasil kerja merupakan hal untuk menuangkan hasil kerja setelah dilaksanakan penelitian serta keadaan dan kondisi yang terjadi ketika penelitian itu berlangsung dalam bentuk dokumen. Oleh sebab itu, setiap orang yang melakukan penelitian ilmiah wajib membuat laporan hasil penelitiannya sesuai dengan sistematika penulisan karya tulis ilmiah.
Asas-asas dasar penelitian, penelitian harus dilakukan secara sistematis, penelitian harus menghasilkan pengetahuan yang Valid, Reliable, Objektif, penelitian didukung data empiris. Valid berhubungan dengan beberapa jauh hasil penelitian dapata diinterprestasi secara akurat dan seberapa jauh hasilnya dapat digeneralisasi dan di Implementasikan pada populasi dan situasi yang lain. Reliable menunjukan seberapa jauh tingkat konsistensi dan replikabilitas dari metode, kondisi dan hasil penelitian. Objektif, penelitian terbebas dari campur tangan atau unsure-unsur subjektif, suatu penelitian dikatakan Objektif bila hasil penelitian dimaknai sama oleh beberapa peneliti.
Jenis data yang diperoleh dalam penelitian meliputi hal-hal berikut ini, 1. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari nara sumber atau responden, 2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen atau publikasi atau laporan penelitian dari dinas, instansi maupun sumber data lainnya yang menunjang.
Dapat juga di artikan sebagai suatu bentuk penyampaian  berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang dan tanggung jawab yang ada diantara mereka. Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.

B.       Sifat Laporan Hasil Penelitian
Laporan hasul penelitian memiliki 3 sifat, diantaranya adalah bersifat iformatif, komunikatif, dan juga objektif. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat sebagai berikut.
1.      Bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca.
2.      Bersifat Komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti.
3.      Bersifat Objektif, berarti teks laporan tersebut harus faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi.

C.      Tujuan Laporan Penelitian
Laporan penelitian bertujuan untuk memberitahukan kegiatan penelitian mulai dari proses penelitian yang digunakan metodologi tertentu sampai temuan yang didapat (Jauhari, 2007 : 179). Dalam prosesnya, dilakukan pengumpulan data.Selain itu tujuan laporan penelitian adalah mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian adalah mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian baik secara umum maupun secara khusus.Tujuan umum yang ingin dicapai dideskripsikan secara singkat, sedangkan pada tujuan khusus dideskripsikan dalam bentuk butir - butir yang spesifik mengacu pada pertanyaan penelitian.
Sugiyono (2009 : 5) mengatakan bahwa didalam tujuan laporan penelitian harus memiliki sifat sebagai berikut :
1.    Bersifat Penemuan
Bersifat penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru sebelumnya belum pernah diketahui.
2.    Bersifat Pembuktian
Bersifat pembuktian berarti data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan-keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
3.    Bersifat Pengembangan
Bersifat pengembangan berarti memperdalam dan memperluas pengetahua yang tehal ada.

D.      Sistematika Penulisan Laporan Hasil Penelitian
Pada dasarnya sistematika penulisan laporan hasil penelitian terbagi dalam tiga kelompok : (1) bagian depan laporan, (2) bagian inti laporan, (3) metode penelitian, (4) bagian laporan hasil penelitian dan pembahasan, (5) kesimpulan dan saran, (6) daftar pustaka, (7) lampiran. Adapun uraian secara rincinya sebagai berikut :
1.         Pendahuluan
Bab pendahuluan adalah bab yang mengantarkan isi naskah yaitu bab yang terdiri atas :
A.      Latar Belakang
Menjelaskan tentang pentingnya permasalahan yang akan diteliti, dilihat dari segi pengajaran dan pengembangan ilmu, serta kepentingan pembangunan. Untuk menunjukan ide yang sama ini sering dipergunakan pula istilah lain, di antaranya : (1) latar belakang masalah, (2) latar belakang pemilihan judul, (3) latar belakang pemilihan masalah, (4) alasan pemilihan judul, (5) alas an pemilihan masalah, (6) alasan penelitian. Diantara keenam istilah tersebut, istilah latar belakang masalah bisa menimbulkan salah pengertian.Istilah tersebut bisa ditafsirkan “sebab-sebab kenapa masalah timbul.”Padahal yang dimaksudkan dengan latar belakang tentu saja alasan kenapa meneliti masalah itu, kenapa memilih topic penelitian itu. Istilah yang menyebutkan kata judul karena pada umunya yang dipahami adalah “kalimat judul” atau “tittle” penelitian, seyogyanya dihindari saja. Jadi istilah yang dipakai sebaiknya : (1) latar belakang penelitian, (2) latar belakang pemilihan masalah, (3) latar belakang pemilihan topic penelitian, (4) alasan penelitian, (5) alasan pemilihan masalah, (6) alasan pemilihan topic penelitian. 
B.       Identifikasi Masalah
Berisi tentang kajian terhadap berbagai prmasalahan yang muncul dan perlu dipilah pilih sesuai dengan maksud, tujuan, dan ruang lingkup penelitian. Langkah paling awal yang harus dilakukan oleh peneliti, setelah ia memperoleh dan menetukan topic penelitiannya adalah mengidentifikasikan permasalahan yang hendak dipelajari.
C.       Pembatasan Masalah
Masalah pokok yang harus diteliti sesuai dengan ruang lingkup penelitian.
D.      Perumusan Masalah
Permasalahan yang muncul dan telah dibatasi hendaknya dirumuskan secara jelas dan lugas.
E.       Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini dikemukakan secara ringkas tentang target yang ingin dicapai, baik secara umum maupun secara khusus.
F.        Ruang Lingkup Penelitian
Secara berurutan bagian ini berisi tentang objek, subjek, lokasi, serta waktu pelaksanaan.
2.         Tinjauan Pustaka
Kajian teori atau kerangka teori berisi prinsip-prinsip teori yang mempengaruhi dalam pembahasan.Prinsip-prinsip teori itu berguna untuk membantu gambaran langkah dan arah kerja.Tarigan (2005:3) mengemukakan bahwa tinjauan pustaka berisi uraian tentang tinjauan pustaka dan kajian penelitian terdahulu berkenaan dengan konsep-konsep yang relevan, kerangka berfikir, dan hipotesis penelitian.
3.         Metode Penelitian
Penelitian ilmiah harus menggunakan metode atau teknik penelitian. Metode adalah cara atau strategi atau juga seperangkat langkah yang tersusun secara sistematis yang diwajibkan dalam penelitian, seperti deskriptif, eksperimen, sensus, survey, kepustakaan, dan penelitian tindakan kelas (PTK).
Bab ini berisi tentang metode penelitian, variable penelitian, populasi, sempel, teknik sampling, teknik pengumpulan, dan instrument penelitian, serta teknik analisis data.
4.         Laporan Penelitian dan Pembahasan
Bagian ini merupakan bab yang terpenting dari penelitian yang dilakukan. Bab ini berisi uraian tentang gambaran umum daerah penelitian, analisis data dan pengujian hipotesis atau jawaban penelitian, dan pembahasan.
Gambaran umum daerah penelitian berisi uraian mengenai kondisi atau keadaan fisik atau nonfisik lokasi dan subjek penelitian.Selanjutnya, analisis data dan pengujian Hipotesis merupakan tahapan yang dilakukan peneliti yang dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan.Kemudian, pada bagian pembahasan berisi uraian tentang pembahasan hasil penelitian.
5.         Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan yang dimaksud adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan. Kesimpulan ini diperoleh dari uraian analisis interpretasi dan deskripsi yang tertera pada bab analisis.
Menulis laporan penelitian karya ilmiah acap kali menjadi masalah bagi seseorang yang sudah menyelesaikan proposal penelitian ilmiah, atau bahkan sudah menyelesaikan penelitian. Berbagai alas an klise karena kesibukan, sedikitnya waktu, tidak adanya biaya sering menjadi kambing hitam atas ketidak berdayaan kita menyelesaikan hasil laporan penelitian. Walhasil setelah berbulan bulan penelitian ilmiah dilaksanakan hasilnya belum juga selesai.Banyak kasus, mahasiswa yang sudah menyelesaikan materi perkuliahannya masih terkatung-katung akibat dari ketidak mampuan dalam menyusun laporan hasil penelitiannya.
6.         Daftar Pustaka
Daftar pustaka atau daftar rujukan merupakan bagian wajib yang harus dicantumkan dalam laporan penelitian. Secara umum daftar rujukan disusun dengan urutan :
a.         Nama Penulis
b.        Tahun Penerbit 
c.         Judul Buku (diketik miring)
d.        Nama Kota tempat buku diterbitkan
e.         Nama Penerbit
7.         Lampiran
Lampiran berisi tentang keterangan-keterangan data primer yang dianggap penting untuk membuktikan kebenaran laporan (Arifin dan Tansai, 2006 : 70). Bagian akhir isi laporan mencamtumkan lampiran yang berisi dokumen pendukung yang digunakan sebagai pelengkap selama mengadakan penelitian dan memproses hasil temuan. Lampiran ini berisi :
a.         Instrumen yang digunakan.
b.        Hasil analisis instrument meliputi :
1)        Bukti hitungan tingkat kesulitan butir soal.
2)        Analisis validitas.
3)        Analisis reliabilitas.
c.    Data mentah hasil pengolahan data.
d.    Tabel-tabel perhitungan data mentah.
e.     Hitungan statistic1 atau hitungan matematika hasil analisis.
f.     Data pendukung.
g.     Surat-surat keterangan data pendukung.
h.     Data yang terkait dan digunakan dalam penyusunan laporan.
Pada dasarnya lampiran itu adalah pelengkap data penelitian.Lampiran dapat juga disebut sebagai data pendukung suatu tulisan ilmiah.Oleh sebab itu, semua data (baik data mentah maupun data hasil analisis, dan data-data lainnya) yang terkait dengan penelitian (termasuk di dalamnya surat-surat penting untuk penelitian) harus dilampirkan.


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari materi yang sudah dijabarkan di atas, kami menyimpulkan bahwa pengetahuan mengenai penulisan laporan,terutama laporan ilmiah sangat penting.Mengingat fungsi laporan sendiri adalah sebagai media komunikasi antara peneliti dengan pembaca atau antara peneliti dengan instansi yang akan menggunakan hasil penelitian tersebut. Laporan ilmiah juga dapat dijadikan sebagai dokumentasi hasil penelitian.Pembuatan laporan ilmiah juga tidak hanya berguna bagi penulis,namun banyak subyek yang sangat terbantu dengan adanya sebuah laporan.Dengan demikian penulisan laporan ilmiah harus dilakukan sebaik-baiknya dan disusun secara sistematis,agar memudahkan pembaca memahami penelitian kita.
Menurut Keraf (2006:284), laporan penelitian adalah suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil. Laporan penelitian bertujuan untuk memberitahukan kegiatan penelitian mulai dari proses penelitian yang digunakan metodologi tertentu sampai temuan yang didapat. Secara berurutan bagian ini berisi tentang objek, subjek, lokasi, serta waktu pelaksanaan. Bagian ini merupakan bab yang terpenting dari penelitian yang dilakukan. Bab ini berisi uraian tentang gambaran umum daerah penelitian, analisis data dan pengusi hipotesis atau jawaban atas pertanyaan penelitian, dan pembahasan.
Sistematika penulisan laporan antara lain pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, laporan penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftra pustaka, dan lampiran. Sedangkan contoh buku penelitian ilmiah seperti yang tertera pada judul “Perbandingan keberhasilan siaran pedesaan pada masyarakat pedesaan yang memiliki kelompok pendengar dengan yang tidak memilikinya di Yogyakarta” diatas.


B.       Saran
Saran yang kami berikan bahwa kita harus memperhatikan penulisan laporan ilmiah dengan benar karena laporan ilmiah merupakan salah satu media dokumentasi yang penting dalam sebuah penelitian.



DAFTAR PUSTAKA:

Arifin, E Zaenal. 1993. Bahasa yang Lugas dalam Laporan Teknis. Jakarta: Akademika Pressindo.
Darmawan, Deni, Metode Penelitian Kuantitatif, Bandung : PT Remaja Pusdakarya, 2013
Materikelas. (2015). [online]. Teks laporan hasil observasi sifat syarat dan langkah memproduksi teks hasil observasi. Tersedia dalam:  http://www.materikelas.com/teks-laporan-hasil-observasi-sifat-syarat-dan-langkah-memproduksi-teks-hasil-observasi/
Mukayat, Brotowidjoyo. 2010. Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Akademi Pressindo.
Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Grasindo.
Treeswanto. (2016). [online]. Makalah unsur-unsur laporan dan manfaat. Tersedia dalam:
http://threeswanto.blogspot.co.id/2016/04/makalah-unsur-unsur-laporan-danmanfaat.html
Wakhidfatkuli. (2015).  [online]. Pengertian laporan  hasil penelitian. Tersedia: http://wakhidfatkhuli.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-laporan-hasil-penelitian.html